Selasa, 30 April 2013

jawaban ujian kimia organk II




                                  SOAL DAN JAWABAN UJIAN KIMIA ORGANIK II 



1)      Buatlah skema reaksi ester menjadi amida dengan target akhir terbentuk benzoil klorida !

Jawab :

O                                           O
||                              H ⁺         ||
CH₃COCH₃      H₂O      CH₃COH     HOCH₃
Ester                               as. Karboksilat     alkohol


O                                   O
||                                     ||
CH₃COH   +  NH₃      CH₃CNH₂  +  H₂O
As. Karboksilat               amida
O                                   O
||                           ||
CH₃CNH₂  +  HCl      CH₃CCl   +  NH₃
Amida                  benzoil klorida

2)      Jelaskan fungsi benzoil klorida dan bagaimana benzoil klorida berperan !
Jawab :

·         Benzoil klorida dapat berfungsi sebagai pencegah berbagai zat yang tidak stabil agar  tidak mengganggu pembentukan aamida antara klorida asam dengan NH₃, RNH₂, R₂NH.




·         Peranan benzoil klorida
Benzoil klorida merupakan suatu halida asam yang tidak terlalu reaktif terhadap air dapat ditambah NaOH untuk mengikat HX pereaksi dan laruta NaOH  dalam air membentuk 2 lapisan. Tiap kali HX terbentuk benzoil klorida (asam) akan bereaksi dengan NaOH dalam lapisan air.
Reaksi klorida asam dengan amina dengan pereaksi larutan NaOH disebut reaksi schotten-bawmann.

                     


3)      Benzoil klorida dapat dikonversi menjadi asam benzoat, buat tiga model turunan asam benzoat serta efek resonansinya !
 jawab :


Terdapat beberapa turunan dari asam benzoat yang tanpa kita sadari sering kita gunakan, diantaranya adalah:
 Asam asetil salisilat atau lebih dikenal dengan sebutan aspirin atau asetosal yang biasa digunakan sebagai obat penghilang rasa sakit (analgesik) dan penurun panas (antipiretik). Oleh karena itu aspirin juga digunakan sebagai obat sakit kepala, sakit gigi, demam dan sakit jantung. Penggunaan dalam jangka panjang dapat menyebabkan iritasi lapisan mukosa pada lambung sehingga menimbulkan sakit maag, gangguan ginjal, alergi, dan asma.
Asam asetil salisilat

 Natrium benzoat yang biasa ggunakan sebagai pengawet makanan dalam kaleng.
Natrium Benzoat
 Metil salisilat adalah komponen utama obat gosok atau minyak angin.
Metil Salisilat







4)      Usulkan model dari soal no 3 yang dapat dibiodegradasi, serta senyawa apa yang terbentuk dari penguraian itu?
jawab :
      menurut saya yang dapat dibiodegradasi yaitu model 1 dan 3 karena setiap produk farmasi baik yang diproduksi dirumah sakit ataupun lingkungan industri berpotensi untuk terkintaminasi oleh mekroorganisme seperti bakteri ,ragi atau jamur. produk dapat terkontaminasi saat pembuatan maupun saat penyimpanan. kontamianasi mikroba dapat menimbulkan pembusukan produk, kontaminasi produk akan membahayakan pasien.kapasitas untuk mendegradasi senyawa aromatik karena sintesis enzim yang mengkatalis penggabungan oxygenase langsung dari oksigen kedalam molekul substrat. untuk molekul aromatik pengenalan gugus hidroksil dikatalisiis oleh enzim oksigenase, efek resonansi yang stabil dari cincin benzena sehngga lebih rentan terhadap serangan enzim.hal ini menyebabkan adanya kemungkinan degradasi asam salisilat oleh Acinetobacter lwoffi sebagaimana dijelaskan oleh Grant et al. (1970)


     











Jumat, 12 April 2013

Biodegradasi


Biodegradasi yaitu pemecahan cemaran organik oleh aktivitas mikroba yang melibatkan serangkaian reaksi enzimatik. Umumnya terjadi karena senyawa tersebut dimanfaatan sebagai sumber makanan (substrat). Biodegradasi yang lengkap disebut juga sebagai mineralisasi, dengan produk akhirnya berupa karbondioksida dan air.  Biodegradasi adalah Proses pemecahan atau perombakan yang dilakukan oleh MO.Dimana perombakan/pemecahan dilakukan untuk bisa dimanfaatkan, terutama dalam bentuk energi.Mikroorganisme yang melakukan  pemecahan atau perombakan tergantung pada substrat yang dipecahnya.Diantara substratnya adalah: Protein, Lemak dan Karbohidrat.


Biodegradasi Protein

Protein merupakan komponen penting atau komponen utama.
Protein berfungsi sebagai pembentuk tubuh, sehingga dalam makanan protein berfungsi sebagai zat utama yang digunakan untuk membangun/membentuk tubuh.
Unsur kimia utama protein terdiri dari C, H, O dan N.
Maka berdasarkan penyusunnya protein dapat diartikan
Polimer dari beberapa asam amino (+/- 20 macam) yang terhubung dengan suatu ikatan yang disebut dengan ikatan peptida, sehingga protein disebut juga dengan ikatan Polipeptida. Contoh bakteri yang bersifat proteolitik adalah jenis: Bacillus, Clostridium, Pseudomonas dan Proteus.

Biodegradasi Lemak
Lemak merupakan senyawa organik yang tidak larut dalam air akan tetapi larut dalam pelarut organik.Lemak disintesa dari 1molekul gliserol dan 3 molekul asam lemak.Sehingga dalam perombakannya lemak akan dirombak menjadi gliserol dan asam-asam lemak.Jenis mikroba yang bersifat lipolitik
Contoh bakteri Pseudomonas, Alcaligenes, dan Stapylococcus.
Kapang: Rhizopus, Geotrichum, Aspergillus dan Penicillium
Khamir: Candida, Rhodotarula, Hansemula.

Biodegradasi Karbohidrat
Molekul KH terdiri dari atom-atom C, H dan O
KH terdiri dari senyawa-senyawa, yaitu: monosakarida, oligosakarida dan polisakaridaDalam pemecahannya KH akan dirombak menjadi senyawa sederhana atau monosakarida (Gula), dimana selanjutnya akan dipecah menjadi energi.
Degradasi pati/KH, menyebabkan pencairan pati, sehingga mengakibatkan perubahan struktur dan cita rasa makanan.MO yang bersifa Amilolitik terutama beberapa jenis kapang dan beberapa jenis bakteri.Contoh bakteri pemecah pati: Bacillus subtilisContoh kapang pemecah pati Aspergillus niger.

Biodegradasi pada dapat bersifat merugikan namun dapat pula bersifat menguntungkan.
Bersifat merugikan, bila terjadi pada bahan makanan yang disimpan atau sedang dalam pengolahan yang tidak memerlukan perombakan.
Kerugian disebabkan karena bahan pangan bisa mengalami perubahan tekstur, cita rasa, bau, toksin dan menimbulkan penyakit.
Sedangkan menguntungkan dapat dilihat pada bahan pangan yang dalam proses pengolahan memerlukan perombakan.
Contoh pada fermentasi: perombakan Pati/KH menjadi gula menyebabkan rasa manis pada produk.Karena produk fermentasi tergantung pada produksi Biodegradasi/hasil perombakan yang dilakukan MO.

Permasalahan:
Seperti kita ketahui Biodegradasi sering menimbulkan kerugian, yaitu mengakibatkan timbulnya bau busuk dan perubahan cita rasa makanan.Bau busuk timbul karena pemecahan dari bahan organik yang mengandung Nitrogen (peptida dan asam amino).Selain itu perombakan juga menyebabkan berubahnya tekstur dari substrat atau bahan pangan.Hal ini disebabkan oleh koagulasi protein yang dapat mempercepat pembusukan.Bahan pangan yang dirusak biasanya produk yang kaya akan protein dan disimpan pada suhu rendah.

disini saya ingin menanyakan bagaimana cara agar dapat mencegah terjadinya biodegradasi pada bahan makanan yang tidak memerlukan perombakan  namun tidak membunuh mikroorganisme yang ada sehingga mikroorganisme itu bisa dimanfaatkan untuk bahan pangan yang memerlukan perombakan seperti fermentasi?

Kamis, 28 Maret 2013

keasaman turunan asam karboksilat


Variasi dalam kekuatan asam dari beberapa asam karboksilat
kita mungkin  berpikir bahwa semua asam karboksilik mempunyai kekuatan yang sama karena memiliki delokalisasi yang sama di sekitar -COO- untuk membuat ion lebih stabil dan lebih tidak mudah terikat dengan ion hidrogen.
Namun kenyataan yang ada asam karboksilik memiliki berbagai variasi keasaman.

                                                pKa
HCOOH                                 3.75
CH3COOH                            4.76
CH3CH2COOH                    4.87
CH3CH2CH2COOH            4.82

 Perlu diingat bahwa semakin tinggi pKa, semakin lemah sebuah asam. Mengapa asam etanoik lebih lemah dari adam metanoik? Semuanya tergantung pada stabilitas dari anion yang terbentuk. Kemungkinan untuk mendislokalisasikan muatan negatif. Semakin terdislokalisasi, semakin stabil ion tersebut dan semakin kuat sebuah asam.

Ion metanoat dari asam metanoik:
 Satu-satunya perbedaan antara ini dan ion etanoat adalah kehadiran CH3 pada etanoat. Alkil mempunyai kecenderungan mendorong elektron menjauh sehingga betambahnya muatan negatif pada -COO- . Penambahan muatan membuat ion lebih tidak stabil karena membuatnya lebih mudah terikat dengan hidrogen. Sehingga asam etanoik lebih lemah daripada asam metanoik.

ALkil yang lain juga memiliki efek “mendorong elektron” sama seperti pada metil sehingga kekuatan asam propanoik dan asam butanoik mirip dengan asam etanoik.
Asam dapat diperkuat dengan menarik muatan dari -COO- . YAnda dapat melakukan hal ini dengan menambahkan atom elektronegatif seperti klorida pada rantai.

Pada tabel berikut, diperlihatkan semakin anda mengikatkan klorin semakin asam molekul.

                               pKa
CH3COOH            4.76
CH2ClCOOH        2.86
CHCl2COOH        1.29
CCl3COOH           0.65

Asam Trikloroetanoik Tmerupakan asam yang cukup kuat.
Mengikatkan halogen yang berbeda juga membuat perbedaan. Florin merupakan atom paling elektronegatif sehingga anda dapat menebak bahwa dengan florin semakin tinggi tingkat keasaman.

                               pKa
CH2FCOOH         2.66
CH2ClCOOH        2.86
CH2BrCOOH       2.90
CH2ICOOH          3.17
Dan yang terakhir perhatikan juga efek yang terjadi dengan semakin mnjauhnya halogen dari -COO- .

                                              pKa
CH3CH2CH2COOH            4.82
CH3CH2CHClCOOH          2.84
CH3CHClCH2COOH          4.06
CH2ClCH2CH2COOH        4.52


Permasalahan :
Mengapa pada asam etanoik yang menyebabkan sifat asam adalah hidrogen yang berikatan dengan oksigen, apa tidak mungkin hidrogen yang berasal dari CH3 yang menyebabkan sifat asam?